Orang Gunung






Orang gunung, kata itulah yang disematkan kepada warga kita desa Rejing. Jelas karena letak geografisnya berada didataran tinggi, kata itu sangat diamininya. Dan nyata dengan adanya Gunung Parang diujung selatan dan gunung-gunung kecil yang mengirinya. Dan alhamdulillah kami bangga dengan sebutan itu. Meskipun konotasi dari orang gunung itu norak, kolot, konservatif dan terbelakang. Jauh dari keramaian, kemewahan dan kemodernan. Tidak ada mall dan tidak ada gedung-gedung tinggi. Tidak ada pilihan destinasi. Tidak ada elitis yang asyik dengan kajian yang menggelitik namun lupa yang dibawah. Tidak ada berita pejabat yang korupsi.  
Tapi kami bangga menjadi orang gunung. Setiap hari menyaksikan hamparan ladang-ladang yang dirusaki petani untuk bercocok tanam, hingga terpenuhi kebutuhan kelangsungan hidupnya ketika musim panen. Rerumputan hijau menjamur tak berumur dicukuri tukang sabit untuk ternaknya, hingga sapi-sapi bernyanyi ria sambil menyantap rumput segarnya. Kayu-kayu kaku dipukuli lalu diikat dengan tali kemudian dipikul diangkut untuk santapan tungkunya, biar mengepul asap dapurnya. Penuh dengan aktivitas indah dan bermanfaat. Udara setiap hari tidak ada malu menunggangi pepohonan. Memasuki rumah-rumah kediaman berirama selalu memberikan kesejukan.   Betapa sangat eloknya kehidupan orang gunung ini. Tidak ada ramai, bising , polusi dan apalagi korupsi.

2 Responses to "Orang Gunung"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel